Skip to main content

Resistor atau Tahanan

FUNGSI RESISTOR
Resistor atau tahanan adalah salah satu komponen pasif elektronika yang berfungsi untuk menahan arus listrik baik arus AC maupun DC. Istilah lain dari resistor adalah tahanan atau hambatan, satuan resistor adalah Ohm (Ω), dan notasi resistor adalah “R”. 1 Kilo Ohm (1 KΩ) = 1.000 Ω, 1 Mega Ohm (1 MΩ) = 1 KΩ = 1.000 Ω. Jika dianalogikan pada sebuah sungai, maka resistor adalah batu-batu atau suatu benda yang menghalangi aliran air sehingga arus air terhambat. Meskipun fungsinya sederhana dan harganya pun tidak terlalu mahal tetapi komponen ini berperan penting dalam sebuah rangkaian elektronika.

Resistansi sebuah resistor atau tahanan dapat dilihat dari label yang tertera pada komponen tersebut. Untuk untuk resistor daya rendah, besarnya resistansi dapat dilihat melalui warna gelang (color band/color strip) pada fisik resistor yang merupakan kode warna standar internasional. Di pasaran terdapat resistor empat warna, lima warna, an enam warna.

Simbol Tahanan
Simbol Resistor

KODE WARNA RESISTOR
Hanya dengan melihat warna-warna gelang pada fisik resistor, kita dapat mengetahui besarnya resistansi sebuah resistor atau tahanan. caranya sebagai berikut:

A. Resistor 4 warna
  1. Warna kesatu menunjukkan angka atau nilai pertama 
  2. Warna kedua menunjukkan angka atau niai kedua 
  3. Warna ketiga adalah faktor pengali (multiplier) 
  4. Warna keempat menunjukan nilai toleransi
WARNA
BAND-1
BAND-2
BAND-3
BAND-4
Hitam
0
0
100
Coklat
1
1
101
1%
Merah
2
2
102
2%
Orange
3
3
103
Kuning
4
4
104
Hijau
5
5
105
0.5%
Biru
6
6
106
0.25%
Ungu
7
7
107
0.1%
Abu
8
8
0.05%
Putih
9
9
Mas
0.1
5%
Perak
0.01
10%

CARA KONVERSI WARNA RESISTOR 4 BANDS
Resistor dengan warna Coklat, Hitam, Merah, Mas mempunyai resistansi 1 KΩ dengan toleransi 5%, caranya sebagai berikut:
  1. Coklat = 1 (angka ke-1)
  2. Hitam = o (angka ke-2)
  3. Merah = 102 (faktor pengali)
  4. Mas = 5% (toleransi)
  5. Jadi 10 x 100 = 1.000 Ω = 1 KΩ 
Resistor dengan warna Kuning, Ungu, Orange, Perak mempunyai resistansi 47 KΩ dengan toleransi 10% , caranya sebagai berikut:
  1. Kuning = 4 (angka ke-1)
  2. Ungu = 7 (angka ke-2)
  3. Orange = 103 (faktor pengali)
  4. Perak = 10% (toleransi)
  5. Jadi 47 x 1000 = 47.000 Ω = 47 KΩ 
B. Resistor 5 warna
  1. Warna kesatu menunjukkan angka atau nilai pertama 
  2. Warna kedua menunjukkan angka atau niai kedua 
  3. Warna ketiga menunjukkan angka atau nilai ketiga 
  4. Warna keempat adalah faktor pengali (multiplier) 
  5. Warna keempat menunjukan nilai toleransi
    WARNA
    BAND-1
    BAND-2
    BAND-3
    BAND-4
    BAND-5
    Hitam
    0
    0
    0
    100
    Coklat
    1
    1
    1
    101
    1%
    Merah
    2
    2
    2
    102
    2%
    Orange
    3
    3
    3
    103
    Kuning
    4
    4
    4
    104
    Hijau
    5
    5
    5
    105
    0.5%
    Biru
    6
    6
    6
    106
    0.25%
    Ungu
    7
    7
    7
    107
    0.1%
    Abu
    8
    8
    8
    0.05%
    Putih
    9
    9
    9
    Mas
    0.1
    5%
    Perak
    0.01
    10%

    CARA KONVERSI WARNA RESISTOR 5 BANDS
    Resistor dengan warna Coklat, Hitam, Merah, Coklat, Hijau mempunyai resistansi 1,02 KΩ dengan toleransi 5%, caranya sebagai berikut:
    1. Coklat = 1 (angka ke-1)
    2. Hitam = o (angka ke-2)
    3. Merah = 2 (angka ke-3)
    4. Coklat = 101 (faktor pengali)
    5. Hijau = 5% (toleransi)
    6. Jadi 102 x 10 = 1.020 Ω = 1.o2 KΩ 
    Resistor dengan warna Orange, Orange, Merah, Kuning, Coklat mempunyai resistansi 3.32 MΩ dengan toleransi 1% , caranya sebagai berikut:
    1. Orange = 3 (angka ke-1)
    2. Orange = 3 (angka ke-2)
    3. Merah = 2 (angka ke-3)
    4. Kuning = 104 (faktor pengali)
    5. Coklat = 1% (toleransi)
    6. Jadi 332 x 10.000 = 3.320.000 Ω = 3.320 KΩ = 3.32 MΩ 
    C. Resistor 6 warna
    Untuk resistor 6 warna perhitungannya sama dengan resistor 5 warna hanya saja warna ke-6 menunjukan besarnya koefisien suhu (ppm/K) yang nilainya sebagai berikut:

    WARNA
    BAND KE-6 (ppm/K)
    Hitam
    250
    Coklat
    100
    Merah
    50
    Orange
    15
    Kuning
    25
    Hijau
    20
    Biru
    10
    Ungu
    5
    Abu
    1

    Popular posts from this blog

    Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

    Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

    Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

    Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

    Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

    Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

    Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

    Contoh Kata Berawalan "Ber"

    Pendidikan Bahasa Indonesia
    Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

    Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

    Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

    Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
    be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…