Skip to main content

Disclaimer

Terima kasih atas kesediaan sahabat menyempatkan waktu untuk mengakses halaman disclaimer ini.

Seluruh materi di blog 7InfoMedia.blogspot.com baik berupa tulisan, foto/gambar, video, dan informasi lainnya semata-mata merupakan opini penulis pribadi untuk berekspresi melalui blog 7InfoMedia. Meskipun di antara artikel yang diterbitkan di blog ini memiliki sumber referensi seperti dari kutipan berbagai media elektronik, internet, dan media cetak, tetapi penulis tidak bertanggungjawab atas kerugian akibat menggunakan sebagian atau seluruh konten di blog ini baik secara langsung ataupun tidak. Oleh karena itu sebaiknya sahabat membaca dengan seksama dan bija setiap artikel, kalau perlu sahabat dapat mencari informasi lain sebagai perbandingan dalam topik yang sama sehingga akan memperoleh informasi yang lebih akurat dan paling benar menurut sahabat.

Setiap pengunjung yang mengakses blog ini diperbolehkan untuk menulis komentar dengan catatan isi komentar tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis komentar. Komentar boleh berupa apa saja termasuk marah, kecewa, kritik, dan saran. Komentar yang tidak diperbolehkan adalah komentar yang diperkirakan akan menimbulkan perselisihan, mengandung unsur sara negatif, komentar spam, komentar tanpa identitas, komentar iklan, dan komentar yang mengandung hal-hal yang melanggar etika, norma, dan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia. Perbedaan pendapat dalam berkomentar adalah hal yang wajar selama masih dalam koridor persahabatan dengan tujuan untuk perbaikan dan saling mengkoreksi tanpa ada unsur-unsur yang dapat memancing perseteruan dan perselisihan.

Apabila sahabat melihat atau membaca suatu artikel di blog ini yang tidak pantas untuk dipublikasikan karena berbagai alasan, sahabat dapat menghubungu penulis/ autor blog ini untuk mengajukan keberatan. Penulis akan meninjau kembali tulisan/artikel yang dimaksud dan jika memang terbukti, maka penulis akan segera memperbaikinya, bahkan akan menghapus materi tersebut jika diperlukan.

Link Sukses

Popular posts from this blog

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi Pada Rangkaian Seri

Struktur hubungan komponen pada rangkaian seri adalah berderet yakni ujung terminal suatu komponen elektronika dihubungkan dengan pangkal terminal komponen kedua, ujung terminal komponen kedua dihubungkan dengan pangkal terminal komponen ketiga dan seterusnya. Jika pangkal terminal komponen pertama dihubungkan dengan sumber tegangan positif dan ujung terminal komponen terakhir dihubungkan dengan sumber tegangan negatif, maka hubungan seperti ini di dalam elektronika dikenal dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit). Dalam kondisi ini arus listrik akan mengalir dari positif ke negatif melalui komponen-komponen elektronika yang dideretkan (hubungan seri). Besarnya arus yang mengalir pada rangkaian seri adalah sama.

Gambar di bawah adalah contoh rangkaian seri sederhana yang terdiri dari dua buah resistor (R1 dan R2) dan sumber tegangan (V). Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian seri dapat menggunakan hukun Ohm yaitu V=IxR. V adalah sumber tegangan …

Menghitung Arus, Tegangan, Daya, dan Resistansi pada Rangkaian Paralel

Untuk memahami struktur rangkaian paralel dapat dilihat dari hubungan antar kaki (terminal) setiap komponen elektronika. Jika pangkal kaki suatu komponen dihubungkan dengan pangkal komponen lainnya dan ujung kaki komponen tersebut dihubungkan dengan ujung kaki komponen lainnya, maka hubungan seperti ini disebut paralel dimana setiap komponen dijajarkan. Apabila setiap ujung kaki tersebut dihubungkan ke sumber tegangan, dalam elektronika disebut dengan istilah rangkaian tertutup (close circuit) sehingga arus dapat mengalir dari sumber tegangan melalui komponen-komponen tersebut.

Arus yang mengalir pada setiap komponen pada rangkaian paralel dapat berbeda tergantung besar kecilnya resistansi komponen tersebut. Dengan kata lain arus sumber akan dibagi ke setiap komponen dan akan menyatu kembali di ujung rangkaian. Pada rangkaian paralel, tegangan di setiap ujung kaki komponen adalah sama besar.

Untuk menghitung arus, tegangan, daya, dan resistansi pada rangkaian paralel dapat menggunakan …

Contoh Kata Berawalan "Ber"

Pendidikan Bahasa Indonesia
Imbuhan dalam sebuah kata selalu digunakan ketika berkomunikasi melalui lisan atau tulisan. Dalam satu kalimat saja pembicara dapat menggunakan banyak imbuhan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.

Imbuhan adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Menurut Ejaaan Yang Disempurnakan (EYD) ada 4 jenis imbuhan yaitu awalan, sisipan, akhiran, dan awalan akhiran. Fokus pembahasan di posting ini adalah awalan "ber" dan conto-contohnya dalam kalimat.

Awalan ber- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau kata sifat. Kata kerja yang dibentuk tidak memiliki objek (intransitif), tapi dapat memiliki pelengkap atau keterangan. Karena kata kerja yang dihasilkan awalan ber- intransitif, kata kerja itu tidak dapat dipasifkan dengan awalan di-.

Awalan ber- akan berubah bentuk menjadi:
be- jika suku awal mengandung -er- atau kata dasarnya diawali huruf r, misal: bekerja; beternak; berumput; beracunbel- untuk kasus khusus, yaitu: b…